HUTAN RAYA BOGOR LESTARI

( Bogor, kamis 28/09/2017) petanihutansantong.Kebun Raya Bogor, kawasan tanaman endemik Indonesia yang berada dibawah naungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Termasuk dalam kategori hutan Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA). Kawasan ini kaya dengan habitat flora dan fauna, yang menjadi wahana penelitian bagi para peneliti dan pemerhati lingkungan.

Menurut Syamsudin (42), penjaga di Kebun Raya Bogor, Penjagaan dilakukan satu kali dua belas jam per shift. Ada tiga pintu yang dijaga. Pintu utama, untuk tamu negara.  Pintu kedua dan ketiga untuk pengunjung serta karyawan.

Pintu dua dan tiga, dibuka dari pukul 08:00 wib sampai dengan pukul 17:00 wib, kecuali dalam kondisi  hujan dan angin. Biasanya informasi akan diberikan kepada para pengujung untuk keluar dari lokasi tersebut  demi alasan keamanan dan keselamatan pengunjung.

‘’Sistem keamanan yang dikelola oleh petugas Kebun Raya Bogor menggunakan pola atau tingkatan yang biasa disebut ring, ditangani oleh Paspampres, TNI, Polri dan Satuan Pengamanan Internal (Satpam). Aturan baku yang berlaku  di Kebun Raya Bogor yaitu pengujung  tidak diperkenankan memetik, mencabut, dan merusak tanaman yang ada di Kebun Raya Bogor,’’ ujarnya.

Menurut Irfan Ilahi S.Pdi, Kebun Raya Bogor kawasan yang paling banyak dikunjungi masyarakat Indonesia. Para pengunjung seperti para pelajar, mahasiswa, dan para peneliti biasanya melakukan praktik  lapangan dan observasi untuk mendapatkan informasi seputar dunia flora dan fauna di Kebun Raya Bogor.

Selain itu, keberadaan Kebun Raya Bogor sangat berarti bagi masyarakat untuk menambah wawasan dan pengetahuan sekaligus rekreasi.

Hal menarik lain yang terdapat di dalam lokasi tersebut,  banyak terdapat beragam keanekaragaman hayati yaitu berupa pepohonan besar berumur ratusan tahun, salah satunya  pohon besar kembar (Shorea leprosula Miq & Fisuaalbiqila miq king 1866) yang oleh masyarakat  sering di sebut pohon Jodoh, terdapat pula bunga-bunga yang unik seperti bunga bangkai raksasa terbesar dan bunga  teratai raksasa terbesar di Asia. namun sampai berita ini dipublikasikan kedua bunga legendaris tersebut tidak sedang mekar. Ketertarikan pengunjung untuk mengunjungi dari sisi Historis kebudayaan, adanya museum Zoologi serta monumen Rafles yang menjadikan kawasan tersebut tempat yang sempurna.

Untuk tetap menjaga kelestarian dan keasrian Kebun Raya Bogor sangat perlu partisipasi Para pengujung untuk tidak membuang sampah disembarangan tempat, merusak pepohonan dan tumbuhan serta  menjaga lingkungan agar tetap bersih dan lestari.

Please follow and like us:

6 Comments

  1. petani hutan santong

    jadi pengen kesini lagi ……

  2. Saya ke Kebun Raya Bogor sedihhh,,, Nyari pohon jodohnya gak ketemuuu,,,
    deskripsiin gma pohon x doong

    • petani hutan santong

      jangan menjadikan pohon jodoh menjadi ambisi untuk pergi ke kebun raya,, umur dan jodoh kita sudah di atur Allah SWT.

  3. indah banget d jga trus ea hutannya

  4. wooooww bgus bnget pasti nyaman berekreasi

  5. Tulisan mencerahkan dari pengalaman pertama Jurnalis Desa Santong ke Kebun Raya Bogor, keren
    Semoga menjadi jurnalis yang handal yanv selalu mengabarkan desamu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *